Anda telah memutuskan untuk berhenti merokok—langkah besar menuju kesehatan yang lebih baik. Namun, alih-alih merasa lebih baik, Anda merasa lebih buruk. Apa yang terjadi? Anda tidak sendirian dalam hal ini. Berhenti merokok awalnya bisa membuat Anda merasa seperti ditabrak truk, berkat gejala putus nikotin.
Mengapa Berhenti Merokok Membuat Saya Merasa Buruk?
Saat Anda berhenti merokok, tubuh Anda mengalami gejala putus nikotin. Nikotin adalah zat yang sangat adiktif yang telah terbiasa ada di tubuh dan otak Anda. Menghilangkannya secara tiba-tiba menyebabkan berbagai gejala seperti mudah marah, cemas, dan bahkan depresi. Sebuah studi di New England Journal of Medicine sekitar tahun 2020 menemukan bahwa gejala-gejala ini memuncak dalam beberapa minggu pertama tetapi secara bertahap menghilang.
Apa Saja Gejala Putus Nikotin yang Umum?
Gejala putus nikotin dapat memengaruhi pikiran dan tubuh Anda. Gejala umum meliputi:
- Perubahan suasana hati
- Nafsu makan meningkat
- Sulit berkonsentrasi
- Insomnia
- Keinginan merokok
Gejala-gejala ini mungkin membuat Anda merasa seperti tidak membuat kemajuan. Namun, inilah halnya: mereka sebenarnya adalah tanda bahwa tubuh Anda sedang sembuh.
Mitos: Apakah Lebih Mudah Berhenti Vaping Daripada Merokok?
Salah satu kesalahpahaman umum adalah bahwa berhenti vaping lebih mudah daripada berhenti merokok. Ini tidak selalu benar. Keduanya melibatkan putus nikotin, dan keduanya bisa sama menantangnya. Dalam pengalaman saya melatih, saya memiliki klien yang mengira vaping adalah pilihan yang "lebih aman" dan akan lebih mudah untuk berhenti. Mereka terkejut menemukan bahwa gejala putus nikotin sama beratnya. Apakah Anda berhenti merokok atau vaping, pengalaman putus nikotin bisa serupa. Pelajari lebih lanjut tentang perbedaan antara berhenti vaping dan merokok.
Mengelola Gejala Putus Nikotin: Apa yang Bisa Membantu?
Meski gejala putus nikotin sulit, memahaminya adalah setengah dari perjuangan. Berikut beberapa strategi untuk membantu Anda mengatasinya:
- Tetap aktif: Olahraga dapat membantu mengurangi keinginan merokok dan memperbaiki suasana hati.
- Lacak kemajuan Anda: Gunakan Myyol untuk mencatat keinginan merokok dan pencapaian. Melihat kemajuan Anda bisa menjadi motivasi besar.
- Cari dukungan: Baik dari teman, keluarga, atau kelompok dukungan, memiliki sistem dukungan dapat membuat perbedaan besar.
Gejala putus nikotin bersifat sementara. Ingat, setiap hari Anda bebas rokok, Anda sedang menuju peningkatan kesehatan. Untuk lebih lanjut tentang bagaimana tubuh Anda pulih seiring waktu, lihat garis waktu perubahan tubuh setelah berhenti merokok ini.
Kapan Saya Akan Mulai Merasa Lebih Baik?
Kebanyakan orang melaporkan bahwa gejala putus nikotin mereka mulai membaik setelah sekitar dua minggu. Pada saat itu, otak Anda mulai beradaptasi dengan ketiadaan nikotin, dan Anda akan merasa lebih seimbang. Ingat, pengalaman setiap orang berbeda, tetapi tren umumnya adalah menuju perbaikan. Beri diri Anda kelonggaran dan waktu.
Berhenti merokok bukanlah hal yang sepele, dan merasa lebih buruk pada awalnya adalah bagian dari proses. Namun, tetaplah bertahan. Anda melakukan sesuatu yang luar biasa untuk tubuh dan pikiran Anda. Setiap hari bebas rokok adalah kemenangan. Teruslah berjuang, dan tidak lama lagi, Anda akan merasakan manfaatnya melebihi ketidaknyamanan sementara.
